Penyuluhan Kepada Masyarakat (PKM) yang Bertujuan untuk Menekan Angka Pertumbuhan dan Penyebaran Filariasis dalam Upaya Pencegahan Penyakit Filariasis di Asrama STIkes Faathir Husada

  • Novriandi Aldi Taneo STIKes Faathir Husada
  • Antonius Rino Vanchapo STIKes Faathir Husada

Abstract

Filariasis bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dapat menimbulkan cacatmenetap. Dalam kasus ini Vektor utama Wuchereria bacrofti adalah nyamuk Culex, Anopheles dan Aedes. gejala yang dapat timbul akibat penyakit filariasis  lebih nyata pada laki-laki, karena pekerjaan fisik yang lebih berat. Di Asia Tenggara, indonesia menjadi sala satu jadi 11 negara yang endemis filariasis terdapat 11 Negara yang endemis filariasis. (Departemen kesehatan 2009 ) Filariasis diindonesia pertama kali di laporkan oleh Haga dan Van Eecke pada tahun 1889 di jakarta yaitu dengan di temukannya penderita fiariasis skrotum. Kasus klinis yang dilaporkan cenderung meningkat dari tahun ketahun disebabkan banyaknya kasus yang ditemukan seiring dengan kabupaten/ kota yang melaksanakan pendataan sasaran sebelum pemberian obat pencegahan masal ( POPM) filariasisdari tahun 2014-2022 kumulaqtif kasus filariasis kronis yang cacat yang paling tertinggidi nusa tenggara timur. Indonsia dapat memutus mata ranta penyebaran penyakit filariasis dengan Memutuskan mata rantaii filariasis dengan pemberian obat pencegahan masal di daerah endemis sekali setahun selama 5 tahun bertut-turut dan Mencegah dan membatasi kecacatan dengn penatalaksanaan kasus filariasis mandiri ( Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, 2019.  Penyebaran parasit menggunakan vektor nyamuk sebagai inangnya Perantara dan manusia atau monyet dan anjing sebagai inang Final. Saat nyamuk menghisap darah manusia/hewan di mana selubung terlepas dan kemudian menembus dinding perut Nyamuk yang membawa mikrofilaria bermigrasi ke perut nyamuk dan pada otot atau jaringan lemak di area dada. Pencegahan Filariasis dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk infektif dan memberantas risiko yang berhubungan dengan kejadian Filariasis misalnya yang berasal dari lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat serta dapat mempertahankan dan mengembangkan kearifan lokal. Mengidentifikasi  vektor dengan mendeteksi adanya larva infektif dalam nyamuk dengan menggunakan umpan manusia. Untuk pengobatan, Obat yang digunakan adalah DEC (diethylcarbamazine citrate) merupakan obat utama pada kedua perlakuan tersebut kerumunan atau individu. DEC membunuh mikrofilaria dan untuk cacing dewasa.

Published
2023-12-28
Section
Articles