Dukungan Sosial yang Diterima dan Konsep Diri Orang yang Terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Jaringan Odha Berdaya (JOB) Bandar Lampung

  • Frisca Kusumawardani Universitas Abulyatama
  • Martha Tifani Universitas Malahayati
Keywords: Dukungan Sosial, Konsep Diri, HIV

Abstract

Perubahan fisik akibat gejala penyakit yang disebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh mempengaruhi kehidupan pribadi, sosial, belajar, karir dan bahkan kehidupan keluarga pada orang yang terinfeksi HIV. Diketahui dukungan keluarga merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kualitas hidup. Fokus peneliti tergali lebih dalam tentang dukungan sosial yang diterima dan konsep diri orang yang terinfeksi HIV di Jaringan ODHA Berdaya (JOB) Bandar Lampung dengan 3 orang sampel. Jenis penelitian kualitatif dengan rancangan teori Phenomenology. Penelitian dilaksanakan di Jaringan ODHA Berdaya (JOB) Bandar Lampung. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan dokumentasi rekam medis. Validasi data dengan triangulasi. Analisis data dengan    content analisis. Hasil penelitian diketahui seluruh informan mengungkapkan mengalami penurunan berat badan secara signifikan saat awal terinfeksi HIV. Seluruh informan untuk saat ini telah berinteraksi dengan orang lain, interaksi dilakukan setelah informan beradaptasi dengan kondisi nya. Informan tetap melakukan kegiatan sehari-hari, sudah tidak lagi mengalami putus asa atau depresi dengan HIV karena informan sudah dapat menerima penyakit yang diderita dan sudah mendapat dukungan dari keluarga. Bentuk dukungan seperti mengingatkan waktu untuk minum obat dan diberi motivasi setiap melakukan diskusi.

References

Aritonang, Nelson dkk. 2014. Konsep diri orang dengan HIV/AIDS ODHA Studi kasus ODHA dampingan kelompok Warga Peduli AIDS WPA di kelurahan Kebon Pisang kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung . puslit.kemsos.go.id/download/280. Pusat Kajian HIV/AIDS Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung.

Budianti, Ariska Karunia. 2015. Hubungan antara keharmonisan keluarga dengan harga diri remaja.

Budiyani, 2008. HIV Among Gay and Bisexual Men. Jurnal Penelitian

Dinkes Lampung. 2017. Data penderita HIV AIDS di Provinsi Lampung Lampung. Lampung

Friedman, Marilyn, vicky Bbowben, Elaine G. Jones. 2014. Buku ajar keperawatan keluarga,riset, teori dan praktik. EGC: Jakarta

Judarwanto. 2012. HIV AIDS Online Clinic.. http://dokterindonesiaonline.com/category/statistik-epidemiologi/.

Kusuma. 2011. Hubungan antara depresi dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS yang menjalani perawatan di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. http://Lib.ui.ac.id/abstrak.pdf. Universitas Indonesia terinfeksi HIV/AIDS. Jakarta : Salemba Medika.

Saam. 2012. Psikologi Keperawatan. Jakarta: Rajagrafindo Persada

UNAIDS. 2016. Global HIV and AIDS Statistic.https://www.avert.org/global/-hiv-and-aids-statistics

Undang - Undang no 51 tahun 2013 tentang pedoman pencegahan penularan HIV dari Ibu ke anak pasal 2.

Yayasan Spiritia. 2014. Pengobatan HIV Untuk Anak. http://spiritia.or.id/li/bacali.php?lino=618 diakses 4 Mei 2017

Wangmuba. 2009. Teori-Teori Manajemen Dan Organisasi, http://theorymanajemendanorganisasi.blogspot.co.id/2015/12/dukungan

Wahyu, Surahma. Taufik, AsmidirIlyas. 2012. Konsep diri dan masalah yang dialami orang terinfeksi hiv/aids. http://ejournal.unp.ac.id/index.php /konselor. volume 1 nomor 1 Januari 2012.

Published
2022-06-27
Section
Artikel