Studi Eksplorasi Penggunaan Kondom pada Pekerja Seks Komersil (PSK) Langsung di Daerah Sanur

  • Luh Gede Pradnyawati Faculty Medicine and Health Sciences Warmadewa University
Keywords: Konsom, IMS, PSK, Sanur

Abstract

Penelitian sebelumnya terhadap PSK ditemukan hasil 250 PSK yang ada di wilayah Denpasar dan sekitarnya, sekitar 14% tertular HIV/AIDS. Kecamatan Denpasar Selatan adalah kecamatan dengan kasus IMS terbanyak yaitu di daerah Sanur. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Denpasar pada tahun 2017, terdapat 450 orang PSK langsung di daerah Sanur. Tampak bahwa masalah IMS di kalangan PSK langsung di daerah Sanur cukup tinggi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan studi eksplorasi untuk menggali lebih dalam mengenai penggunaan kondom pada PSK langsung di daerah Sanur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling pada 15 informan yang terdiri dari PSK langsung, mucikari dan pelanggan dengan melakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian didapatkan walaupun pemakaian kondom sudah digalakkan, tetapi partisipan ada juga yang tidak menggunakan kondom saat berhubungan dengan pelanggan. Mereka sebagian besar beralasan bahwa pasangan mereka tidak menyukai penggunaan kondom dalam berhubungan seksual. Rendahnya penggunaan kondom adalah terkait faktor ekonomi. Jika memakai kondom dalam berhubungan seksual maka akan mengurangi penghasilan PSK langsung.

References

Budiman, N. A., & Istiarti, T. (2008). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Praktik Wanita Pekerja Seks ( WPS ) Jalanan Dalam Upaya Pencegahan IMS Dan HIV / AIDS Di Sekitar Alun-Alun Dan Candi Prambanan Kabupaten Klaten. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, Volume 3.

Dinas Kesehatan Kota Denpasar. (2017). Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Denpasar.

Ersan, G. (2012). Knowledge and Awareness of Female Sex Workers Towards Human Papillomavirus Infection in Turkey, 20(3), 219–222.

Hargono, A. (2012). Kajian Penggunaan Data Papsmear bu Rumah Tangga dalam Surveilans Infeksi Menular Seksual pada Kelompok Risiko Rendah ( Policy Study Use of Housewive Pap-Smear Data on the Sexually Transmitted Disease Surveillance at Low Risk Groups ). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 15(4), 381–389.

Kemenkes. (2015). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Khosidah, A., & Purwanti, S., 2014. Persepsi Ibu Rumah Tangga Tentang Voluntarry Councelling and Testing (VCT) terhadap Perilaku Pencegahan HIV-AIDS. Jurnal Ilmu Kebidanan. 5, pp. 67–78.

Lestari, L. (2013). Pola Pencarian Perawatan Infeksi Menular Seksual pada Perempuan Pekerja Seks di Desa Empakuq Kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat.

Lokollo, F. Y. (2009). Studi Kasus Perilaku Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung dalam Pencegahan IMS, HIV dan AIDS di Pub & Karaoke, Café, dan Diskotek di Kota Semarang. Program Studi Magister Promosi Kesehatan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Tesis Program Studi Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro.

Matahari, R. (2012). Studi Kualitatif Mengenai Persepsi dan Perilaku Seksual Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) dalam Upaya Pencegahan IMS di Kota Semarang Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Reproduksi, Volume 3.

Pradnyawati et al. 2019. Sexual Behaviours for Contracting Sexually Transmitted Infections and HIV at Badung Traditional Market, Bali. Jurnal Kesehatan Masyarakat KEMAS. 14 (3) (2019) 340-346.

Pradnyawati et al. 2019. Qualitative Study: High-Risk Sexual Behavior and Prevention of STD and HIV/AIDS Among Female Sellers at Sindhu Market Sanur, Bali. Warmadewa Medical Journal. Vol. 4 No. 1 Mei 2019, Hal. 14-20.

Pradnyawati. 2021. Preventive Behavior of Sexually Transmitted Infections and HIV/AIDS Among Female Sex Workers in Gianyar Regency. Jurnal Genta Kebidanan. Volume 10 Nomor 2 Juni (2021).

Prata, B.N., & Morris, L., 2015. Relationship Between HIV Risk Perception And Condom Use : Evidence from a Population-Based Survey in Mozambique. Guttmacher Institute, 32(4), pp. 192–200.

WHO. (2013). Report on Global Sexually Transmitted Infection Surveillance 2013.

Published
2022-06-27
Section
Artikel