Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 3-5 Tahun di Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar

  • Frisca Kusumawardani Program Studi S1 Dharma Usada STAB Nalanda Jakarta
Keywords: ASI Eksklusif, MP-ASI, Pendapatan, Pengetahuan, Riwayat BBLR, Stunting

Abstract

Kejadian stunting di Indonesia pada balita (umur <5 tahun) terjadi penurunan yaitu sebanyak 30,8%, Kejadian stunting di Aceh yaitu sebanyak 30,8% Kejadian stunting di Aceh Besar pada tahun 2017 yaitu sebanyak 31,2%. Hal ini menunjukkan bahwa persentasi kejadian stunting di Aceh Besar melebihi toleransi yang ditetapkan WHO yaitu maksimal 20%. Banyak faktor yang berhubungan dengan stunting , terutama dengan asupan gizi balita.

Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 3-5 tahun di Kuta Baro kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu anak usia 3-5 tahun yang mengalami stunting berjumlah 53 orang. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi-Square. Hasil uji statistik faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah ASI eksklusif (p=0,046), makanan pendamping ASI (p=0,044), pengetahuan (p=0,017), riwayat BBLR (p=0,000), dan pendapatan (p=0,040). ASI Eksklusif, MP-ASI, pengetahuan gizi, riwayat BBLR, dan pendapatan berhubungan dengan kejadian stuning pada anak usia 3-5 tahun. Diharapkan masyarakat terutama ibu-ibu untuk memenuhi gizi anaknya dengan memberikan ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI yang baik, serta meningkatkan pengetahuan tentang gizi balita dan mengikuti program yang dilaksanakan pemerintah setempat dalam pencegahan stunting.

References

Kementerian Sosial RI. Modul Kesehatan dan Gizi. Program Keluarga Harapan Kementeri Sos RI 2018.

Mustika W, Syamsul D. Analisis Permasalahan Status Gizi Kurang Pada Balita di Puskesmas Teupah Selatan Kabupaten Simeuleu. Jurnal Kesehatan Global 2018.

WHO. Global Nutrition Report 2018 - Executive Summary. 2018.

Wahida Yuliana, Bawon Nul Hakim. Darurat Stunting dengan Melibatkan Keluarga. Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.2018 https://books.google.co.id/books?id=xE-9DwAAQBAJ.

Ainun MS. Determinan Kejadian Stunting pada Balita di Kota Padang dengan Menggunakan Analisis Regresi Logistik Ordinal. 2019

Kemenkes RI. Infodatin situasi balita pendek. Jakarta Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2016

Kemenkes RI. Situasi Balita Pendek (stunting) di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan; 2016.

Kemenkes RI. Hasil Utama Riskesdas 2018.

Poltekkes Kemenkes Aceh. Laporan Survey Pemantauan Status Gizi Provinsi Aceh. Hasil Status Masalah Gizi di Aceh 2017.

Dinkes Aceh Besar. Profil Kesehatan Aceh Besar Tahun 2017.

Trihono T, Atmarita A, Tjandrarini DH, et al. Pendek (stunting) di Indonesia, masalah dan solusinya; 2015.

Sumartini E. Studi Literatur : Dampak Stunting terhadap Kemampuan Kognitif Anak. Pros Semin Nas Kesehat ‘Peran Tenaga Kesehat dalam Menurunkan Kejadian Stunting’ Tahun 2020.

Mufdillah, Subijanto, Sutisna E&, et al. Buku Pedoman Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Ekslusif. Peduli ASI Ekslusif 2017..

Sudargo T, Aristasari T, ‘Afifah A, et al. 1000 Hari Pertama Kehidupan. Gadjah Mada University. https://books.google.co.id/books?id=vI5eDwAAQBAJ (2018)

Haryono R, Setianingsih S. Manfaat ASI eksklusif untuk buah hati anda. Yogyakarta: Gosyen Publishing, 2014.

Paramashanti BA, Hadi H, Gunawan IMA. Pemberian ASI eksklusif tidak berhubungan dengan stunting pada anak usia 6–23 bulan di Indonesia. J Gizi dan Diet Indones (Indonesian Jurnal Nutrisi Diet 2016.

Latifah AM, Purwanti LE, Sukamto FI. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 1-5 Tahun. Health Science Jurnal 2020.

Kemenkes RI. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.

Ahmad A, Madanijah S, Dwiriani CM, et al. Pengetahuan, sikap, motivasi ibu, dan praktik pemberian MP-ASI pada anak usia 6-23 bulan: studi formatif di Aceh. Jurnal Gizi Klinik Indonesia 2019.

Prihutama NY, Rahmadi FA, Hardaningsih G. Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 Tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro 2018.

Hanum, NH. Hubungan Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Amerta Nutrition 2019.

Nai et al. Praktik Pemberian Makanan pendamping Asi (Mp-Asi) Sebagai Faktor Risiko Kejadian.

Nirmala D. Gizi anak sekolah. Jakarta Penerbit Buku Kompas, 2012.

Rosa R. Pengetahuan Gizi dan Keamanan Pangan Jajanan Serta Kebiasaan Jajan Siswa Sekolah Dasar di Depok dan Sukabumi (Skripsi). Bogor Inst Pertan Bogor; 2011.

Mubarak WI. Promosi kesehatan untuk kebidanan. Jakarta: Salemba Medika, 2011.

Devi N. Gizi anak sekolah. Jakarta: Kompas, 2012.

Adelina D. Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu, Tingkat Konsumsi Gizi, Status Ketahanan Pangan Keluarga Dengan Balita Stunting (Studi pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Duren Kabupaten Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat 2018.

Manuaba IBG, Manuaba I, Manuaba IBG. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta EGC 2010.

Rahayu A, Fahrini Y, Octaviana PA, et al. Riwayat Berat Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Bawah Dua Tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional 2015.

Dewi NT, Widari D. Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Baduta di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Amerta Nutrisi 2018.

Ambarwati, A., Satriyandari, Y., & Fitriyanti, E. Hubungan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir Kabupaten Sleman; 2019.

Published
2023-12-28
Section
Artikel